http://wadahcintasolehah.blogspot.com/2009/04/dia-telah-pergi.html
satu pagi 4 tahun yang silam, kami -aku dan dia- olahraga pagi di sekitar kampus sambil menghirup udara segar. penuh kegembiraan dan hilai tawa. setelah lelah, kami duduk dan tetap bercerita tentang indahnya pagi. rupanya ada sosok lain yang mengikuti perbicaraan kami secara sembunyi-sembunyi. ahhhh, mahu tahu saja urusan orang.
"assalamualaykum nak..." terditeksi dari belakang aku.
"waalaykumussalam bu..." sambil ku ukir semanis senyuman.
"orang malaysia ya...?" si ibu bertanya lugu.
"iya bu. kenapa? ibu juga dari malaysia..?" tanya aku berminat.
"tidak. ibu orang sini. tapi ibu suka malaysia. pernah ke sana. senang bertemu kalian. bila ada waktu datang rumah ibu ya. kita akan cerita banyak..." ajaknya mesra.
"wahhh. dengan senang sekali bu..." kami langsung mesra.
pertemuan yang tidak di sangka itu ternyata benar-benar berlanjutan. kami makin dekat, makin mesra. ibu dan bapak itu aku anggap pelepas rindu pada orang tua ku di malaysia. mereka baik sekali, menganggap aku sebagai anaknya. tiap kunjungan tidak pernah sepi dengan bondongan makanan siap makan untuk aku.
sungguh aku bahagia mengenal mereka. bahagia sekali.
...
prolog
deringan telefon pagi ini aku angkat dengan tawa gembira (mungkin juga rindu) pada dia teman lama. tak sempat tawa ku teruskan, kata dia "ada berita sedih untuk kamu, nanti kita lanjutkan ketawanya.."
"apa..?" aku begitu penasaran.
"bapak telah tiada, meninggal kerana terhepas pesawat, semalam di papua..." jelas dia.
aku...
tergamam...
hilai tawa menjadi derai air mata...
"innalillahi wa inna ilaihi rojiun..." hanya itu yang ku mampu lafazkan.
"ziarah lah ibu, dia pasti lagi kesedihan..." usul dia.
"iya, insyaallah. terima kasih ya dah kasi tahuku..." ujur aku.
"sama-sama..."
...
solehah: berita lanjut boleh di baca di http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/228280/38/. bapa angkat saya bernama Nikmatur Rahman yang ketika itu bertugas sebagai cabin crew.
No comments:
Post a Comment