Sunday, December 2, 2007

Isim Nakirah dan Isim Ma’rifat

النكرة و المعرفة

(kata umum dan kata khusus)



salah satu pembahasan yang amat penting dalam isim adalah pembahasan tentang nakirah dan ma’rifah, karena dengan ini diketahui i’rab dari suatu isim pada suatu kalimat. Seperti nanti misalnya ada ketentuan bahwa mubtada’ haruslah ma’rifat kecuali ada kondisi lain. Baiklah mari mulai kita bahas sekarang...



Isim Nakirah

Isim nakirah adalah kata umum. Makna sederhananya adalah setiap isim yang tidak terdapat alif lam (ال). contohnya:

قُرْاَنٌ, سُنَّةٌ, بَقَرَةٌ
Nah, quran disini adalah semua jenis bacaan. Sunnah dan sapi betina disini juga masih umum.Gampang kan? lanjut....



Isim Ma'rifatisim-isim yang masuk ke jenis isim ma’rifat (kata khusus) pada ilmu nahwu yang masyhur ada lima jenis yaitu:

Isim Dhamir
Isim dhamir adalah kata ganti. Hal ini pernah dibahas di web ini. silahkan lihat pembahasan isim dhamir http://umam.web.id/index.php?option=com_content&task=view&id=20&Itemid=26. Nah, setiap isim dhamir adalah isim ma’rifat.



Isim ’Alam
Isim ’Alam adalah nama-nama orang. Asalnya, setiap nama orang adalah ma’rifat. Kecuali dikatakan lain. Misalnya, pada kasus suatu nama yang dimiliki oleh beberapa orang. Contoh kasusnay bisa diliat pada pembahasan tanwin http://umam.web.id/index.php?option=com_content&task=view&id=23&Itemid=26



lsim Mubham
Isim mubham sama dengan isim isyarat yaitu kata tunjuk. Contohnya هذا , هذه ,ذلك, تلك (hadza (ini – mudzakkar), hadzihi (ini – muannats), dzaalika (itu – mudzakkar), tilka (itu – muannats).



Isim yang diberil alif lam (ال).setiap isim apapun itu jika diberi alif lam (al) maka dia adalah ma’rifat. Maka kita dapati pada contoh-contoh berikut semuanya adalah isim ma’rifat:
القُرْاَنُ, السُّنَّةُ, البَقَرَةُ
Ketika dikatakan al quran maka yang dimaksud telah tertentu yaitu Al Qur’annya umat islam. Begitupun dengan sisanya.



Isim yang di sandarkan (di idhafahkan) kepada salah satu dari yang empat.
Maksudnya apa niy? Make contoh aja ya.. coba kita lihat pada contoh nakirah. Ambilah satu misalnya بَقَرَةٌ . nah, kata baqarah ini bisa menjadi ma’rifat jika disandarkan pada salah satu dari 4 jenis ma’rifah yang di atas. Misal disandarkan kepada isim alam. Ambil contoh زَيْدٌ. Jika disandarkan menjadi بَقَرَةُ زَيدٍ.

Nah, tadikan ketika disebut baqaratun masih umum. Sapi betina yang mana aja termasuk. Mau sapi potong, sapi perah, sapi bule (loh! Ngelantur.. kembali ke laptop! Hehe..) asalkan bertina. Nah ketika disandarkan pada isim ma’rifat zaid, maka artinya adalah sapi betina milik zaid. Dah khususpunya si zaid. Bukan punya ane (emang ane punya sapi?) ataupuna punya antum.

Ini adalah yang masyhur. Lalu kemudian ada yang menambahkannya dengan isim maushul (kata sambung) seperti الَّذِي, الَّتِي dan nakirah maqsudah (umum tapi termaksud. Loh? Maksudnya? Tapi itu belum dibahas disini. Nanti bingung lagi.. ok.. alhamdulillah.. selesai!



Catatan terkait: coba perhatikan bahwa setiap isim yang sudah ada al nya tidak boleh dibaca tanwin! Jadi gak boleh kalo kita baca البَقَرَةٌ (al baqaratun)

No comments: